1
Politeknik Negeri Malang
2
Dies Natalis ke- 30 Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang dan Pelepasan Fungsionaris
3
Kuliah Tamu Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang
4
Orasi Intern Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang
5
Perhitungan Surat Suara Pemilihan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang
Rabu, 28 Agustus 2013
Tugas Kelompok Hari ke-2, tanggal 30 agustus 2013 MABA POLINEMA JURUSAN TEKNIK SIPIL
02.15
No comments
·
Tugas Kelompok
Hari Ke-2, tanggal 30 Agustus 2013
1.MENGGAMBAR
RUMAH TINGGAL 1 LANTAI BESERTA PEMBUATAN MAKETNYA
dengan ketentuan
denah :
1. Rumah tipe 36 dengan luas lahan
bebas
2.
Menggambar denah beserta garis
rencana atap, tampak depan, tampak belakang, dan tampak samping
3. Menggunakan skala 1:50
4. Gambar sesuai aturan dalam contoh yang terdapat
pada blog HMS
5.
Menggambar pada 4 lembar kertas gambar A3 dengan posisi kertas horisontal
-Lembar 1 : denah beserta garis
rencana atap
-Lembar 2 : tampak depan
-Lembar 3 : tampak belakang
-Lembar 4 : tampak samping
6. Batas
garis tepi kiri 2cm dan kanan, atas, bawah 1cm
7.
Diberi identitas sesuai contoh pada blog
Ketentuan maket :
1. Maket mempresentasikan bentuk 3 dimensi dari denah yang digambar
2. Skala maket 1:25
3. Tinggi dinding 3,5 m
4. Bahan dari kertas
karton tebal 2mm
5. Dibuat sekreatif
mungkin
2. MEMBUAT
MADING KREATIF
dengan ketentuan :
1. Mendeskripsikan tentang semua nama kelompok
2. Deskripsi tiap nama kelompok dikerjakan pada 1 halaman kertas gambar A3
3. Deskripsi berisi tentang pengertian, gambar, manfaat, dan penggunaan
4. Mading dibuat sekreatif dan semenarik mungkin
Sabtu, 24 Agustus 2013
Macam dan Jenis Pondasi
12.20
No comments
A. Pondasi Batu Kali
Adalah pondasi yang dibuat dengan bahan dasar batu kali yang disusun sedemikian rupa. sehingga dapat menahan berat bangunan yang ada di atasnya dan meneruskan ke tanah
B. Pondasi Batu Bata
Adalah pondasi yang dibuat dengan bahan dasar batu yang disusun sedemikian rupa, sehingga dapat menahan berat bangunan yang ada di atasnya danmeneruskanya ke tanah
C. Pondasi Telapak/ Footplat
pondasi telapak berbentuk seperti telapak kaki seperti gambar disamping, pondasi setempat gunanya untuk mendukung kolom baik untuk rumah satu lantai maupun dua lantai, jadi pondasi ini diletakan tepat pada kolom bangunan, pondasi ini terbuat dari beton bertulang, dasar pondasi telapak bisa berbentuk persegipanjang/ persegi
D. Pondasi Umpak
pondasi umpak dijumpai pada rumah kayu, rumah-rumah adat, atau rumah jaman dulu
E. Pondasi Rakit
Bila dikedalaman dangkal ditemui tanah yang lunak untuk diletakan pondasi , maka solusinya bisa menggunakan pondasi rakit, selain itu pondasi ini juga berguna untuk mendukung kolom-kolom yang jaraknya terlalu berdekatan tidak mungkin untuk dipasangi telapak satu persatu , solusi dijadikan satu kekuatan. pondasi rakit sejatinya adalah plat beton bertulang
F. Pondasi Sumuran
pondasi untuk kedalaman tanah keras 2-6 meter dibawah permukaan tanah . pondasi sumuran mempunyai bis beton berdiameter 60, 100, 120, atau 150 cm. biasanya di bor /dikerjakan dengan bor jatuh sebab di dalamnya tidak dapat digali. jarak antar pondasi sumuran adalah 4-7 meter
G. Pondasi Dalam
yaitu pondasi yang digunakan pada kondisi tanah stabil lebih dari kedalaman 3 meter. pondasi dalam membutuhkan pengeboran dalam karena lapisan tanah yang baik ada di kedalaman , biasanya digunakan oleh bangunan besar, jembatan, struktur lepas pantai , dsb
Jenis pondasi dalam :
Adalah pondasi yang dibuat dengan bahan dasar batu kali yang disusun sedemikian rupa. sehingga dapat menahan berat bangunan yang ada di atasnya dan meneruskan ke tanah
B. Pondasi Batu Bata
Adalah pondasi yang dibuat dengan bahan dasar batu yang disusun sedemikian rupa, sehingga dapat menahan berat bangunan yang ada di atasnya danmeneruskanya ke tanah
C. Pondasi Telapak/ Footplat
pondasi telapak berbentuk seperti telapak kaki seperti gambar disamping, pondasi setempat gunanya untuk mendukung kolom baik untuk rumah satu lantai maupun dua lantai, jadi pondasi ini diletakan tepat pada kolom bangunan, pondasi ini terbuat dari beton bertulang, dasar pondasi telapak bisa berbentuk persegipanjang/ persegi
D. Pondasi Umpak
pondasi umpak dijumpai pada rumah kayu, rumah-rumah adat, atau rumah jaman dulu
E. Pondasi Rakit
Bila dikedalaman dangkal ditemui tanah yang lunak untuk diletakan pondasi , maka solusinya bisa menggunakan pondasi rakit, selain itu pondasi ini juga berguna untuk mendukung kolom-kolom yang jaraknya terlalu berdekatan tidak mungkin untuk dipasangi telapak satu persatu , solusi dijadikan satu kekuatan. pondasi rakit sejatinya adalah plat beton bertulang
F. Pondasi Sumuran
pondasi untuk kedalaman tanah keras 2-6 meter dibawah permukaan tanah . pondasi sumuran mempunyai bis beton berdiameter 60, 100, 120, atau 150 cm. biasanya di bor /dikerjakan dengan bor jatuh sebab di dalamnya tidak dapat digali. jarak antar pondasi sumuran adalah 4-7 meter
G. Pondasi Dalam
yaitu pondasi yang digunakan pada kondisi tanah stabil lebih dari kedalaman 3 meter. pondasi dalam membutuhkan pengeboran dalam karena lapisan tanah yang baik ada di kedalaman , biasanya digunakan oleh bangunan besar, jembatan, struktur lepas pantai , dsb
Jenis pondasi dalam :
- Pondasi Tiang pancang (beton, besi, pipa, baja)
- Pondasi Borpile
Sifat dan Karakteristik Campuran Beton
12.15
No comments
Sifat dan karakteristik campuran beton segar secara tidak langsung akan mempengaruhi beton yang
telah mengeras. Pasta semen tidak bersifat elastis sempurna, tetapi merupakan viscoelastic-solid.
Gaya gesek dalam, susut dan tegangan yang terjadi biasanya tergantung dari energi pemadatan dan tindakan preventif terhadap perhatiannya pada tegangan dalam beton. Hal ini tergantung dari jumlah dan distribusi air, kekentalan aliran gel (pasta semen) dan
penanganan pada saat sebelum terjadi tegangan serta kristalin yang terjadi untuk pembentukan porinya.Beberapa sifat dan karakteristik beton yang perlu diperhatikan antara lain
adalah modulus elastisitas beton, kekuatan tekan, permeabilitas dan sifat panas
a) Sifat dan Karakteristik Bahan Penyusun
Selain kekuatan pasta semen, hal lain yang perlu menjadi perhatian adalah agregat. Seperti yang telah dijelaskan, proporsi campuran agregat dalam beton adalah sekitar 70-80%,
sehingga pengaruh agregat akan menjadi besar, baik dari sisi ekonomi maupun dari sisi tekniknya. Semakin baik mutu agregat yang digunakan, secara linear dan tidak langsung akan menyebabkan mutu beton menjadi baik, begitu juga sebaliknya. Jika melihat fungsi agregat dalam campuran
beton hanya sebagai pengisi maka diperlukan suatu sifat yang saling mengikat dan saling mengisi
(interlocking) yang baik, hal ini dapat tercapai jika bentuk permukaan dan bentuk agregatnyamemenuhi syarat yang diberikan baik itu syarat ASTM, ACI maupun SII
.
Agregat yang digunakan dalam beton yang berfungsi sebagaibahan pengisi, namun karena prosentase agregat yang besar dalam volume campuran, maka agregat memberikan kontribusi
terhadap kekuatan beton. Faktor-faktor yang mempengaruhi kek
uatan beton terhadap agregat :
- Perbandingan agregat dan semen campuran,
- Kekuatan agregat,
- Bentuk dan ukuran,
- Tekstur permukaan,
- Gradasi,
- Reaksi kimia, dan
- Ketahanan terhadap panas. Detail mengenai sifat agregat ini dapat dilihat di buku Seri Bahan-Bahan Penyusun Beton.Bahan tambah biasanya hanya digunakan untuk memperbaikisifat-sifat beton, baik saat beton dalam keadaan segar ataupun saat
beton mengeras nantinya. Banyaknya dan komposisi kimia dari bahan tambah akan menyebabkan karakteristik yang berbeda terhadap kinerja beton yang diharapkan.
b) Metode Pencampuran
b) Metode Pencampuran
- penentuan proporsi bahan
Proporsi campuran dari bahan-bahan penyusun beton ini ditentukan melalui perancangan beton (mix design). Hal ini dimaksudkan agar proporsi dari campuran dapat memenuhi syarat kekuatan serta dapat memenuhi aspek ekonomis. Metode perancangan ini pada dasarnya menentukan komposisi
dari bahan-bahan penyusun beton untuk kinerja tertentu yang diharapkan.Penentuan proporsi campuran dapat digunakan denganbeberapa
metode yang dikenal, antara lain :
- Metode American Concrete Institute,
- Portland Cement Association,
- Road Note NO. 4,
- British Standard, Department of Engineering,
- Departemen Pekerjaan Umum (SK.SNI.T-15-1990-03), dan
- Caracoba-coba.
Metode Pengukuran Trigonometris
12.02
No comments
Metode trigonometris prinsipnya adalah mengukur jarak langsung (jarak miring), tinggi alat, tinggi benang tengah rambu dan sudut vertikal (zenith atau inklinasi) yang kemudian direduksi menjadi informasi beda tinggi menggunakan alat theodolite. Seperti telah dibahas sebelumnya, beda tinggi antara dua titik dihitung dari besaran sudut tegak dan jarak. Sudut tegak diperoleh dari pengukuran dengan alat theodolite sedangkan jarak diperoleh atau terkadang diambil jarak dari peta.
Pada pengukuran tinggi dengan cara trigonometris ini, beda tinggi didapatkan secara tidak langsung, karena yang diukur di sini adalah sudut miringnya atau sudut zenith. Bila jarak mendatar atau jarak miring diketahaui atau diukur, maka dengan memakai hubungan - hubungan geometris dihitunglah beda tinggi yang hendak ditentukan itu.
Bila jarak antara kedua titik yang hendak ditentukan beda tingginya tidak jauh, maka kita masih dapat menganggap bidang nivo sebagai bidang datar.
Akan tetapi bila jarak yang dimaksudkan itu jauh, maka kita tidak boleh lagi memisahkan atau mengambil bidang nivo itu sebagai bidang datar, tetapi haruslah bidang nivo itu dipandang sebagai bidang lengkung, Disamping itu kita harus pula menyadari bahwa jalan sinarpun bukan merupakan garis lurus, tetapi merupakan garis lengkung. Jadi jika jarak antara kedua titik yang akan ditentukan beda tingginya itu jauh, maka bidang nivo dan jalan sinar tidak dapat dipandang sebagai bidang datar dan garis lurus, tetapi haruslah dipandang sebagai bidang lengkung dan garis lengkung.
Titik A dan B akan ditentukan beda tingginya dengan cara trigonometris. Prosedur pengukuran dan perhitungannya adalah sebagai berikut:
- Tegakkan theodolite di A, ukur tingginya sumbu mendatar dari A. Misalkan t,
- Tegakkan target di B, ukur tingginya target dari B, misalkan l,
- Ukur sudut tegak m (sudut miring) atau z (sudut zenith),
- Ukur jarak mendatar D atau Dm (dengan EDM), dan
- Dari besaran-besaran yang diukur, maka:
Sudut tegak ukuran perlu mendapat koreksi sudut refraksi dan bidang-bidang nivo melalui A dan B harus diperhitungkan sebagai Permukaan yang melengkung apabila beda tinggi dan jarak AB besar dan beda tinggi akan ditentukan lebih teliti. Lapisan udara dari B ke A akan berbeda kepadatannya karena sinar cahaya yang datang dari target B ke teropong theodolite akan melalui garis melengkung. Makin dekat ke A makin padat. Dengan adanya kesalahan karena faktor alam tersebut di atas hitungan beda tinggi perlu mendapat koreksi.
Dimana:
- k = koefisien refraksi udara = 0.14
- R = jari-jari bumi 6370 km
- Besarnya sudut refraksi udara r dapat dihitung dengan rumus:
R = rm . Cp . Ct
rm = sudut refraksi normal pada tekanan udara 760 mmHg, temperatur udara 100C dan kelembaban nisbi 60%
Agar beda tinggi yang didaptkan lebih baik, maka pengukuran harus dilakukan bolakbalik. Kemudian hasilnya dirata - ratakan, dapat pula beda tinggi dihitung secara serentak dengan rumus:
dimana:
- HA dan HB tinggi pendekatan A dan B (dari peta topografi)
- m1’, m2’ sudut miring ukuran di A dan B
- t dan 1 dibuat sama tinggi.
Jenis Pondasi yang Cocok Pada Tanah Lunak
11.56
2 comments
Rumah yang kuat harus ditopang oleh struktur pondasi yang kuat, pondasi tersebut harus mampu berdiri kokoh diatas tanah, permasalahanya adalah bagaimana jika kondisi tanah tidak keras? untuk itu disini kita akan membahas tentang jenis pondasi yang cocok pada tanah lunak.
Pondasi yang cocok pada tanah lunak
- Sebelumnya perlu dilihat terlebih dahulu bagaimana struktur tanahnya apakah tergolong sangat lunak sehingga perlu dilakukan perbaikan dengan cara melakukan galian kemudian mengganti dengan tanah yang baru.
- Jenis pondasi cakar ayam cukup aman untuk digunakan pada tanah lunak karena desainya terinspirasi oleh akar pohon kelapa yang mampu menahan pohon tinggi menjulang meskipun berdiri di tepi pantai yang tanahnya lunak. Jenis pondasi ini sering salah dalam penyebutan sebagai pondasi foot plat, karena sebenarnya berbeda.
Alternatif lain yaitu melakukan penggalian tanah lalu melakukan pengecoran plat beton kemudian menggunakan pasangan pondasi batu kali diatasnya.Sumber:IlmuRumah.com
Minggu, 03 Februari 2013
Perbedaan Kayu dan Baja Ringan
22.47
No comments
Perbedaan Kayu dan Baja Ringan
Pada
kesempatan ini kita akan membahas tentang material Kayu dan baja Ringan.
tentunya untuk mengetahui lebih dalam mengenai kayu dan baja ringan
kita harus mendefenisikan dulu satu-satu tentang kayu dan baja ringan
tersebut
Defenisi Material Kayu.
pengetian kayu secara umum adalah suatu bahan konstruksi yang didapatkan dari tumbuhan dalam alam karena itu tidak hanya merupakan salah satu bahan konstruksi yang pertama dalam sejarah umta manusia.
sebagai bahan konstruksi kayu sudah dikenal dan banyak dipakai sebelum orang mengenal beton dan baja. dalam pemakaiannya kayu tersebut harus memenuhi syarat yaitu mampu menahan bermacam - macam beban yang bekerja dengan aman dalam jangkan waktu yang direncanakan, mempenyai ketahanan dan keawetan memadai melebihi umur pakainya, serta mempunyai ukuran penampang dan panjang yang sesuai dengan pemakaiannya dalm konstruksi.
Kelebihan dan kekurangan Kayu
sementara kekurangan dari kayu ini adalah sifatnya kurang homogen dengan cacat - cacat alam seperti arah serat yang berbentuk menampang,spiral, dan diagonal, mata kayu dan sebagainya. beberapa kayu bersifat kurang awet dalam keadaan tertentu. kayu dapat memuai dan menyusut dengan perubahan kelembapan dan meskipun tetap elastis, pada pembebanan berjangka lama sesuatu balok akan mengalami lendutan yang relatif besar.
sifat -
sifat karakteristik ini memperlihatkan perbedaan - perbedaan penting
antara kayu dan bahan yang lain, untuk analisa matematis dalam ilmu
kekuatan biasanya diidealisasi sebagai bahan yang sempurna akan
homogenitas dan elastisitas.
Baja Ringan
Baja Ringan menjadi material bangunan yang sedang tren saat ini. Rangka Atap Baja Ringan lebih dominan dikenal dibandingkan baja ringan untuk struktur lainnya. mungkin hal ini di sebabkan gencarnya iklan-iklan yang menawarkan produk rangka atap baja ringan yang menggantikan atap dari material kayu. mengingat kayu semakin hari semakin langkah juga karena harga kayu yang sekarng relatif mahal, maka pemelihan material rangka atap baja ringan menjadi satu pilihan bagi konstraktor atau owner dalam membangun rumah atau bangunan lainnya. selain karena faktor keawetan dan tahan terhadap rayap dan karat, rangka atap baja ringan mempunyai kelebihan yaitu kekuatan struktural yang lebih bagus, seperti lebih kuat dan lebih kaku.
Kombinasi Kayu dan baja Ringan
apakah
mungkin untuk mengkombinasikan antara baja ringan dan kayu..? untuk
sebagian baja ringan munkin saja tidak bisa, mengingat keterbatasan
bentuk profilnya. tapi untuk baja ringan dengan bentuk profil tertentu
mungkin bisa di sesuiakna dengan bentuk dari desain yang ada.
Mungkin itu saja yang bisa dibahas mengenai kayu dan baja Ringan. jika anda punya pengetahuan dan informasi yang lain mungkin bisa berikan komentar guna menyemprnakan pengetahuan tentang kayu dan baja ringan.
Mungkin itu saja yang bisa dibahas mengenai kayu dan baja Ringan. jika anda punya pengetahuan dan informasi yang lain mungkin bisa berikan komentar guna menyemprnakan pengetahuan tentang kayu dan baja ringan.
terima kasih atas kunjungan anda . semoga bermanfaat. . . !!!
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)
.jpg)















